Internet.Org dan Polemiknya di Indonesia

Submitted by dhnlr on Wed, 16/11/2016 - 15.56

Internet.org merupakan program kerjasama yang dibuat untuk membawa layanan internet pilihan kepada tempat-tempat yang belum terjangkau atau minim akses internet secara gratis. Program ini diprakarsai oleh perusahaan social media Facebook bekerja sama dengan enam perusahaan teknologi terkemuka, yaitu Ericsson, Mediatek, Opera, Samsung, Nokia, dan Qualcomm.

Sejarah

Proyek Internet.org dimulai pada 20 Agustus 2013. Saat pengenalan program baru ini, pembuat dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa internet.org merupakan langkah awal untuk meningkatkan akses internet untuk seluruh orang di dunia. Dia juga mengatakan bahwa "konekstivitas adalah hak asasi manusia".

Connectivity is a human right. -Mark Zuckerberg

Sejak satu tahun dari perkenalannya ke publik, internet.org akhirnya hadir di negara-negara berkembang di benua Afrika diantaranya Zambia, Tanzania, dan Kenya. Invasi program ini tidak berhenti pada benua itu saja. Tahun 2015, internet.org telah hadir di Benua Asia salah satunya Indonesia.
Program pemberian internet gratis masuk ke Indonesia pada tanggal 20 April 2015. Program ini berkerja sama dengan salah satu provider Indosat. Internet.org di Indonesia menggandeng dua layanan konten lokal yaitu tokopedia dan kelase.

Filosofi

Filosofi Internet.org

 

Internet.org berawal dari keresahan bahwa hanya 1 dari 3 orang yang dapat mengakses internet. Menurut program ini, hal di atas tidak telepas dari mahalnya perangkat dan paket layanan, jaringan yang sedikit, sumber daya terbatas, kurangnya konten lokal, dan tidak adanya jaringan yang mendukut konektivitas data dalam jumlah besar. Keterbatas-keterbatas tersebutlah yang ingin didobrak oleh ketujuh perusahaan.
Ketiga nilai yang ingin dicapai adalah keterjangkauan, efisiensi, dan model bisnis. Keterjangkauan akan membuat akses internet dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Efisiensi dilakukan dalam sektor harga dan kompresi data. Model bisnis baru dilakukan untuk memberikan banyak untuk terhubung ke internet.

Polemik

Niatan baik tersebut tenyata tidak lepas dari penolakan dari beberapa pihak. Banyak LSM dunia yang merasa keberatan dengan adanya internet.org. Pihak-pihak tersebut menyatakan bahwa program inisiasi Facebook ini melanggar netralitas internet, keamanan, privasi, dan kebebasan pendapat.
Prinsip netralitas internet yang mengungkapkan bahwa data di internet harus diperlakukan dengan sama dan tidak didiskriminasi atau diperlakukan berbeda. Data tersebut meliputi pengguna, konten, situs, platform, aplikasi, atau pun model komunikasi. Pembatasan konten gratis yang diberikan program internet.org lah yang malandasi adanya pelanggaran. Pelanggaran juga terjadi pada konten gratis yang hanya dapat diakses oleh pengguna provider tertentu dan hanya dilakukan dengan aplikasi buatan facebook saja. Situs-situs dalam layanan ini juga hanya dapat diakses dengan tampilan sederhana dengan mengkompres data foto, video, dan penghapusan fasilitas voice chat.

Netralitas Jaringan (Netneutrality)

 

Program internet.org juga dianggap telah mengabaikan keamanan dan privasi pengguna. Situs-situs yang dapat diakses melalui program ini haruslah tidak mencakup teknologi enkripsi HTTPS, TLS, atau pun SLL. Peraturan seperti ini yang menimbulkan kerentanan terhadap keamanan. Data yang tidak terenkripsi juga rentan terhadap aksi spy oleh pemerintah atau pihak-pihak tidak berwenang.
LMS tersebut juga menganggap bahwa internet.org melakukan pengumpulan data penggunanya untuk keperluan data mining. Hal ini didukung dengan tidak adanya transparansi mengenai penggunaan data yang didapat dan tidak adanya penyataan khusus mengenai penjagaan kerahasiaan data pengguna.
Di Indonesia sendiri penolakan program ini juga datang melalui LMS ICT Watch. Penolakan dalam hal berbeda juga datang dari Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia, Rudiantara. Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa pemerintah tanpa regulasi khusus mendukung adanya netralitas internet dengan upaya pemerataan akses internet dan menyatakan fokus bisnis yang dilakukan program kerja sama tujuh perusahaan tersebut.

Tags
Tekno

Add new comment